Cimanggu adalah resort pemandian air panas alam yang berlokasi di Ciwidey, selain kolam renang dan kamar rendam air panas, tersedia jg pondokan dengan pemandangan yang menakjubkan. Air panas yang terdapat di tempat kami memiliki kandungan Sulfur yang rendah serta kandungan Iodium yang cukup tinggi. Kami juga tidak menggunakan zat kimia sehingga tidak akan membahayakan kesehatan anda.
Air berwarna kehijauan membuktikan bahwa kami tidak menggunakan bahan kimia apapun. kandungan ganggang di dalam air berfotosintesis sehingga menghasilkan warna kehijauan.
Menurut klasifikasi Scmidt dan Ferguson, Cimanggu dan sekitarnya termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.743 – 4.046 mm per tahun dengan bulan kering maksimal 4 – 3 bulan kering, bulan kering minimal 1,6 – 2,1 sedangkan untuk bulan basah maksimal sebesar 12 dan bulan basah minimal 8,7 – 9,4 serta kelembaban udara 90 persen.
Keadaan lapangannya umumnya bergelombang dengan kemiringan 3% - 5% dan berada pada ketinggian 1.225 – 1.350 meter dari permukaan laut. Puncak Gunung Patuha/Gunung Sepuh dengan ketinggian 2.434 dpl.
Potensi Wilayah 
Kawasan TWA Cimanggu yang termasuk kedalam tipe hujan tropis dataran tinggi memiliki pohon yang cukup banyak jenisnya yaitu diantaranya : puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), pasang (Querqus sp), kihujan (Engelhardia serrata), kitembaga (Eugenia cuprea), saninten (Castanopsis argentea), baros (Magleatea glauca).
Selain hutan alam juga terdapat hutan tanaman rasamala yang penanamannya dimulai sejak tahun 1937, pinus ditanam tahun 1965 dan kayu putih (Eucalyptus), ditanam tahun 1985 – 1988.
Sebagai ciri dari hujan tropis, jenis-jenis epifit danl iana serta beberapa jenis anggrek dapat batang-batang pohon, antara lain anggrek kadaka ( Drynaria spp), Anggrek Japati (Phalaenopsis spp), dan kumpai (Lycopodium carimatum). Liana yang terdapat pada kawasan ini mayoritas berkayu serta mempunyai batang yang panjang, besar dan memanjat sampai tajuk-tajuk pohon.
Dengan berbagai ragam floranya, kawasan taman wisata alam Cimanggu merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Surili (Presbytis comata), babi hutan (Sus Vitatus), rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), macan kumbang (Panthera pardus), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan (Galus gallus dan g. varius). Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung belibis (Dendro sygna javanica), tekukur (Sreptopelia chinensis), gagak (Carpus enca), serta burung pipit (Lonchura leucogastroides)
Potensi Wisata Objek wisata alam yang terdapat didalam kawasan
TWA Cimanggu, diantaranya adalah :
1. Sumber Air Panas : terdapat sumber air panas yang dapat dijadikan sebagai daya tarik tersendiri bagi kegiatan wisata. Sumber air panas di taman ini terdapat dilokasi yaitu : sumber air panas Cimanggu, Ranca Upas dan Gunung Tuduh.
Mandi air panas dapat dilakukan di pemandian air panas Cimanggu dan untuk berobat di ranca upas. Konon menurut cerita sumber air panas tersebut bersumber dari Gunung Sepuh (Gunung Patuha) yang jauh letaknya.
2. Makam Keramat : makam keramat sangiang buruan sampai saat ini banyak dikunjungi orang-orang dari daerah lain di pulau Jawa baik para muda-mudi maupun orang tua dengan maksud untuk berziarah. Didalam makam keramat tersebut terdapat sembilan makam, diantaranya makam keramat Eyang Jaga Reksa, makam Eyang Jambrong, makam Eyang Dalem Kusuma, makam Eyang Raden Sakembaran, makam Eyang Sanga Waringin, makam Eyang Giling Pangancing dan makam Eyang Isteri.
Berkemah : dapat dilaksanakan di Bumi Perkemahan Ranca upas. Disamping berkemah pengunjung dapat pula mandi air panas di dalam lokasi perkemahan yaitu di kolam Gunung Tunduh (kolam alami)